www.masprass.com
Newsflash
KPLI Sukabumi dideklarasi pada acara seminar Linux pada tanggal 26 Juli 2008. Pendeklarasikan ditandatangani oleh Walikota Sukabumi, Kepala Kominfo Kota Sukabumi dan Ketua YPLI.
 
Home
Hari Gini Masih Pake Yang Bajakan ? PDF Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Written by Budhi Prasetyo   
Friday, 22 August 2008

Menggunakan software bajakan di Indonesia sudah terlanjur menjadi fenomena yang dianggap lumrah. Fenomena ini terjadi karena bangsa kita memang belum mengetahui atau menyadari bahwa setiap karya itu ada pembuatnya dan ada hak ciptanya. Karena ketidaktahuan dan ketidaksadaran ini bangsa kita dicap sebagai bangsa pembajak. Separah ini kah bangsa kita

Software atau perangkat lunak merupakan sebuah produk buatan manusia. Setiap software yang pasti pernah ada pembuatnya dan pemiliknya. Setiap pemilik software sebenarnya memiliki hak cipta. Hak ciptanya tergantung pada kemauan sang pemilik software. Ada yang menginginkan software tersebut bisa menghasilkan keutungan komersil dengannya, atau bahkan yang paling ekstrim ada juga yang membebaskan software tersebut dengan dinyatakan sebagai milik umum.

Bagi pemilik software yang mengharapkan keutungan komersil tentunya ia tidak menghendaki jika software yang dimilikinya digunakan oleh orang lain tanpa membayar atau tidak memberi keuntungan bagi sang pemiliknya. Maka wajar sang pemilik akan marah atau menuntut jika ada orang lain menggunakan softwarenya tanpa membayar alias membajak. Jika sesorang sudah berani membajak maka ia sudah berapa pada area ilegal dan area ilegal itu adalah salah.

Dapat kita bayangkan jika ada sebuah karya dibajak oleh satu orang saja sang pemilik karya akan marah atau menuntut bagaimana jika pembajakan ini dilakukan secara kolektif bahkan dalam ukuran negara. Tentunya pembajakan ini akan merugikan sang pemilik dan akhirnya lambat laun timbul kelesuan produksi suatu karya. Demikian pula dengan pembajakan software.

Di Indonesia pembajakan software terhadap perusahaan software besar Amerika, Microsoft, masih sangat tinggi. Bahkan buah dari pembajakan ini Indonesia hampir-hampir tidak bisa melepaskan ketergantungan terhadap software-software buatan Microsoft ini. Mulai dari sistem operasi, aplikasi perkantoran, hingga software-software untuk keperluan server. Bill Gates sebagai pemilik Microsoft tentunya geram dengan ulah bangsa kita ini. Hingga negara kita akhirnya termasuk sebagai negara yang diawasi oleh World Trade Organization (WTO) karena tingkat pembajakaanya yang sangat tinggi.

 

http://www.sudutpandang.com/wp-content/uploads/2008/05/bill-gates.jpg

Bill Gates, Pemilik Microsoft

Saat ini sebenarnya sudah ada software-software alternatif yang menjadikan bangsa kita tidak membajak lagi. Free Software Foundation yang diprakarsa Richard M. Stallman menghimpun dan melagaisasi software hasil karya siapa saja yang berniat membebaskan software alias menjadi software milik umum dengan lisensi Genral Public License. Ternayata orang-orang dengan niat seperti ini sangat banyak. 

 

http://www.samogden.com/images/richard_stallman66.jpg

Richard M. Stallman, Pendiri Free Software Foundation dan Penggagas GNU Project

Linux merupakan salah satu software buah karya Linus Benedict Torvalds salah satu contoh software yang saat ini sangat diminati dan sangat bermanfaat bagi kahalayak umum. Software yang betul-betul merdeka. Siapa pun boleh menggunakan, mempelajari, memperbanyak dan mengambl keuntungan komersil darinya, dan meningkatkan kinerjanya. Buah dari diciptakannya Linux adalah lahirnya distro-distro Linux yang beragam penuh cita rasa dan didukung aplikasi-aplikasi yang merdeka pula seperti OpenOffice.org untuk aplikasi perkantoran, GIMP untuk aplikasi grafis, dan masih banyak lagi dan akan terus bertambah.

 

http://pablogger.files.wordpress.com/2007/11/391px-linus_torvalds.jpeg
 
Linus Torvalds, Penulis kernel Linux

Penerapan Linux dan Free dan Open Source Software (FOSS) lainnya kini sudah menunjukkan kematangannya. Pada alanya Linux dan FOSS lainnya lebih banyak di terapkan pada komputer komputer, tapi kini sudah semakin jauh pula merambah ke komputer desktop. Dengan keunggulan-keunggulannya ia semakin di minati sekaligus menjadi solusi alternatif terhadap ketidamampuan membeli software berbayar. Keunggulan-keunggulannya yakni :

  • Menggunakan teknologi Linux dan FOSS adalah legal dan tidak melanggar hukum.
  • Teknologi berbasis Linux dan FOSS relatif lebih mudah dan murah untuk didapat.
  • Teknologi berbasis Linux dan FOSS dapat diandalkan.
  • Teknologi berbasis Linux dan FOSS didukung banyak komunitas dan tidak akan kehabisan generasi.

Jadi buat apa kita harus membajak jika sudah ada yang legal, murah dan handal melebihi berbayar. Ayo kita bangun Indonesia kita tanpa harus membajak. Gunakan solusi alternatif ini agar kita bisa mandiri tanpa didikte oleh bangsa lain.

 

Last Updated ( Tuesday, 09 September 2008 )
 
< Prev   Next >
(C)2007 Masprass - Creative Network and Solution Partner.