Persiapan Migrasi ke Linux dan FOSS

Anda ingin migrasi ke Linux dan FOSS?Penerapan sistem operasi berbasis Linux dan Free and Open Source Software (FOSS) pada individu dan organisasi saat ini mulai menjadi trend di Indonesia. Peningkatan terhadap trend penggunaan sistem operasi berbasis Linux justru karena keadaan yang memaksa bangsa kita untuk harus bermigrasi ke sistem operasi berbasis Linux dan FOSS ini. Ketidakmampuan membeli software berbayar bangsa kita menjadi salah satu pemicu migrasi disamping pemicu-pemicu yang lain seperti gangguan virus, mudah dijebol, boros sumber daya hardware, takut dicap sebagai perusahaan yang menggunakan software bajakan, dan masih banyak lagi.

Undang-undang nomor 19 tahun 2002 tentang HAKI memang sudah disyahkan dan sudah resmi berlaku setahun setelahnya, tetapi sayang undang-undang tinggal undang-undang yang tetap masih dilanggar dan nyaris tidak punya aparat yang menegakkannya. Hal ini terbukti masih banyaknya penjual-penjual CD bajakan, pembajakan buku, dan pembajakan lainnya. Pasca datangnya Bill Gates ke Indonesia penegakan hukum yang berdasarkan undang-undang nomor 19 tahun 2002 ini nampaknya baru diperlihatkan taringnya mulai dari dilatihnya aparat tentang penanggulangan pembajakan software hingga swiping software bajakan. Semoga tidak hanya menjadi gertakan di awal-awal saja.

Linux, dengan lisensi General Public License (GPL) dan FOSS menjadi alternatif solusi atas masalah ini. Dan kini sudah banyak individu dan organisasi atau perusahaan melakukan migrasi dari sistem operasi yang selama ini digunakan ke sistem operasi berbasis Linux dan FOSS. Proyek migrasi sebenarnya tidak sesedarhana bak membalikkan telapak tangan. Proyek ini juga memerlukan persiapan yang matang dan biaya biaya yang besar tentunya tergantung seberapa kompleksnya organisasi perusahaan yang ingin bermigrasi. Yang perlu digarisbawahi dan perlu dicatat adalah memang sistem operasi berbasis Linux dan FOSS kebanyakan bisa kita dapatkan nyaris tanpa biaya, tetapi proses migrasi tetapi memerlukan biaya. Karena proses migrasi merupakan sebuah jasa yang perlu dihargai. Jadi paradigma penerapan sistem operasi dan penggunaan aplikasi saat ini sudah mulai bergeser dari yang biasanya berlaku yakni harus membeli software dahulu kemudian menerapkannya dengan biaya pula, menjadi mendapatkan softwarenya dahulu dengan cuma-cuma kemudian menerapkannya dengan biaya.

Dalam proses migrasi ke Linux dan FOSS terdapat langkah-langkah atau pekerjaan-pekerjaan besar yang harus dilakukan yakni :

  1. Inventarisir hardware dan software yang saat ini digunakan.
  2. Inventarisir hardware dan software yang tidak mungkin digunakan pada sistem yang baru.
  3. Tentukan treatment terhadap hardware dan software yang tidak mungkin digunakan pada sistem yang baru (diganti, atau “diakali”, atau dibuat lagi yang baru sekaligus business process reengineering, atau dicarikan teknologi lain yang sepadan).
  4. Buat rencana biaya migrasi.
  5. Buat rencana waktu (time line) migrasi.
  6. Tentukan Project Leader dan Project Member migrasi.
  7. Lakukan Migrasi.

About Masprass

Masprass ada adalah IT Professional yang sudah berpengalaman dibidangnya khusunya pengembangan IT dengan memanfaatkan Teknologi Free and Open Source Software.