Berlabuh di Ubuntu

Inilah cerita di saat kulabuhkan hatiku pada distro Ubuntu.Linux memang fenomenal. Karena didistribusikan dengan lisensi publik umum (General Public License) perkembangannya sangat luar biasa. Efek dari distribusi seperti ini begitu banyak kelompok-kelompok atau yang lebih tepatnya disebut komunitas yang mengembangkannya dan memaketkan aplikasi-aplikasi yang bisa running di atasnya dengan jargon distribusi masing-masing (distro Linux). Sehingga masing-masing kelompok memamerkan nama dan kebolehannya serta kecanggihannya.

Slackware, Redhat, Mandrake, Debian, dan SuSELinux marupakan nama-nama yang merupakan pionir distro Linux. Slackware terkenal dengan kerumitannya, Redhat terkenal dengan kemudahannya, Mandrake terkenal dengan kecantikannya, Debian terkenal dengan kestabilannya, SuSELinux terkenal dengan keseriusannya.

Kini distro Linux sudah sedemikian pesatnya. Dari masing-masing distro yang saya sebutkan saja sudah melahirkan banyak keturunan. Dan dari masing-masing keturunannya tadi mungkin juga sudah lahir keturunan-keturunan yang berikutnya. Redhat Melahirkanan keturuna Fedora, Fedora melahirkan keturunan IGOS Nusantara dan Blankon 1, Debian melahirkan Knopix dan Ubuntu, Knopik melahirkan Rose Linux, Ubuntu melahirkan BlankOn 2 Konde dan BlankOn 3 Lontara. Dan masih banyak lagi.

Distrowatch (www.distrowatch.com) sebagai lembaga independen yang dengan keseriusannya menyajikan informasi mengenai distro-distro yang berberkembang dan bermutasi sedemikan hebatnya. Setidaknya ada 100 distro yang diletakan dalam urutan ranking distro yang paling digemari. Dan pada akhirnya penulis berlabuh pada satu distro yang menurut www.distrowatch.com menduduki peringkat pertama dalam ranking distro yang digemari di seluruh dunia dan mampu bertahan lama dengan peringkat ini, yakni Ubuntu. Karena peringat tertinggi inilah penulis terpesona sehingga terobsesi untuk mencari jawaban atas pertanyaan “Mangapa ia bisa menduduki peringkat pertama dan mampu bertahan lama?”

Sedikit demi sedikit pertanyaan itu mulai terjawab. Ia memang betul-betul Free. Bukan hanya sekedar men-download image CD-nya saja. Tetapi ia bisa diminta dengan cuma-cuma dan beberapa minggu kemudian kita terima dengan CD original tanpa di pungut biaya sedikit pun. Ia menjajikan kestabilan karena ia memang dari keturunan yang juga stabil yakni Debian. Ia menjajikan kemudahan. Ia kaya dengan aplikasi-aplikasi yang dapat running dengannya.

Kini biyarkanlah saya menggali dan menggali mencari jawaban lain atas pertanyaan tadi. Biyarkanlah kami menguji, biyarkanlah kami berdiskusi, dan biyarkanlah ku berlabuh sementara waktu pada distro ini.

About Masprass

Masprass ada adalah IT Professional yang sudah berpengalaman dibidangnya khusunya pengembangan IT dengan memanfaatkan Teknologi Free and Open Source Software.